MINAT KAUM MILENIAL TINGGAL DI APARTEMEN

0
326
kaum milenial

Saat ini disebut-sebut kaum milenial merupakan golongan penduduk yang berpotensi besar menguasai pasar konsumen. Di sektor properti pun saat ini hampir semua membidik pasar milenial. Namun demikian terlepas dari besaran pasar milenial ini, masalah daya beli masih menjadi isu penting terkait dengan tingkat penghasilan mereka. Berdasarkan survey yang dilakukan beberapa lembaga survey diperkirakan penghasilan rata-rata kaum milenial antara Rp 6 – 7 juta/bulan. Dengan kondisi ini artinya mereka masih dapat membeli properti dengan cicilan Rp 2 – 2,5 juta per bulan atau seharga Rp 200 – 300 jutaan. Permasalahannya kemudian ternyata properti dengan harga tersebut sangat terbatas apalagi di Jakarta. Alih-alih membeli properti jenis apartemen, sebagian dari mereka masih bertahan untuk tinggal di Jakarta di rumah kos-kosan. Berdasarkan survey yang dilakukan Indonesia Property Watch terhadap pasar milenial di Jabodebek di awal tahun 2018, diketahui saat ini kaum milenial masih memilih kos-kosan sebagai tempat tinggal mereka sebesar 47,4%, beda tipis dengan mereka yang ingin beralih ke apartemen 47,1%, sedangkan selebihnya tinggal di rumah keluarga atau saudara. Saat ini sebanyak 39,9% kaum milenial tinggal di kos/apartemen dengan besaran sewa di bawah Rp 2juta/bulan, sebesar 38,5% menyewa dengan harga Rp 2-3 juta/bulan, 21,6% menyewa dengan harga di atas Rp 3 juta/bulan.

Minat kaum milenial untuk tinggal apartemen, meskipun tidak jauh berbeda dengan minat mereka tinggal di kos-kosan, dalam perjalanannya diperkirakan sebagian besar kaum milenial akan tinggal di apartemen. Meskipun ingin tinggal di apartemen bukan berarti mereka ingin membeli apartemen. Sebagian besar dari mereka atau sebesar 73,0% ‘tidak berani’ untuk membeli properti jenis apartemen dan hanya berkeinginan untuk menyewa. Hanya 7,5% yang ingin dan mampu membeli apartemen. Sedangkan selebihnya masih belum menentukan pilihannya.

Sebagian besar milenial menyebutkan luas unit apartemen tipe studio dengan luasan 9-18 m2 menjadi favorit bagi mereka untuk tinggal di apartemen. Sebesar 43,5% memilih unit-unit apartemen seluas 12–18 m2 dan sebesar 33,9% memilih unit-unit 9-12%. Dengan luasan yang relatif kecil dibandingkan dengan pasokan apartemen saat ini, maka para pengembang properti sepertinya mulai harus mempertimbangkan faktor luas ini dengan strategi masing-masing.

Mereka akan nyaman bila dalam satu lantai tidak terlalu banyak unit lebih kurang 4–10 unit per lantai. Bahkan fasilitas seperti ruang bersama menjadi pertimbangan bagi kaum milenial untuk berkumpul dan bersosialisasi. Di tengah masyarakat yang individualistis, minat kaum milenial untuk bersosialisasi relatif masih cukup tinggi. Sebesar 42,6% menganggap ruang bersama harusnya ada di setiap apartemen. Selain itu juga fasilitas seperti free wi-fi menjadi faktor terpenting yang diinginkan kaum milenial. Fasilitas co-working space meskipun belum terlalu menjadi prioritas namun menjadi salah satu faktor penting dengan faktor pertimbangan yang dipilih kaum milenial sebesar 33,4% dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat.

Dengan melihat survey pasar milenial di atas, para pengembang dihadapkan pada sebuah langkah inovasi untuk dapat menyerap pasar ini dan tidak hanya sekedar membidik kaum milenial, namun tentunya harus disertai dengan preferensi yang benar dan pemahaman yang mendalam terhadap kaum milenial ini.

Indonesia Property Watch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here